"We were created to glorify God and to enjoy Him forever ..."

Saturday, December 16, 2006

Tuhan Punya Rencana

Wahyu 5

“Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: ’Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.’” (Why. 5:5)

Waktu kita mengalami yang baik dan menyenangkan, dengan mudah kita akan berkata Tuhan punya rencana dalam hidupku. Hidupku kini ada dalam rencana Tuhan. Buktinya hidupku berjalan lancar, tanpa masalah, semua hal yang kualami menjadi baik dan menyenangkan. Tetapi kalau kita diperhadapkan dengan masalah dan situasi sulit, masihkah kita berkata Tuhan punya rencana dalam hidupku. Bukankah yang seringkali kita ucapkan ketika mengalami masalah dan kesulitan hidup, di mana Tuhan? Di mana rencana-Mu yang baik dalam hidupku?

Situasi seperti inilah yang dihadapi oleh jemaat-jemaat yang menerima kitab Wahyu ini. Dalam situasi sulit yang mereka hadapi seolah-olah Tuhan tidak berkarya dan rencana Tuhan tidak ada lagi dalam hidup mereka. Mata rohani mereka menjadi buta dan tidak dapat melihat rencana Allah dalam kesulitan yang mereka hadapi. Untuk itu penglihatan Yohanes di pasal 5 ini, membukakan mata mereka. Yohanes melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, ada sebuah gulungan kitab yang dimeteraikan dengan tujuh meterai dan tidak ada seorang pun yang dianggap layak membuka gulungan kitab itu selain Yesus Kristus, Anak Domba, singa dari Yehuda, yaitu tunas Daud. Gulungan kitab itu melambangkan rencana Allah bagi dunia dan arah dari dunia ini. Gulungan kitab itu dikatakan ditulis sebelah dalam sebelah luar, menunjukkan satu rencana yang lengkap. Semua detil rencana Allah lengkap di sana. Dialah yang tahu dan berhak mau dibawa ke mana sejarah ini. Dengan kata lain, dibukanya gulungan ini mengindikasikan penggenapan dari hal-hal yang Allah sudah rencanakan yang memang menjadi tujuan-Nya. Jadi tidak benar bahwa Allah tidak punya rencana dalam situasi sulit yang mereka hadapi.

Natur manusia kita memang selalu mengidentikkan rencana Allah dengan semua hal baik, menyenangkan dan tanpa kesulitan. Sehingga ketika menghadapi kesulitan kita menuduh Allah tidak berencana atas hidup kita. Tetapi menilai rencana Allah dengan cara seperti ini, sebenarnya kita sedang mengecilkan dan membatasi kuasa Allah hanya dalam situasi baik. Untuk itu waktu Saudara mengalami kesulitan hidup, ingatlah bahwa itu bagian dari rencana Allah dalam hidupmu, karena Tuhan punya rencana baik dalam suka maupun duka!

Sebesar apa pun kesulitan yang kita hadapi, tidak ada artinya dibandingkan dengan rencana Allah yang sempurna.

2 comments:

ChiKa ^^ said...

Hikz..Hikz...jadi terharu..
akhir2 ini ak lg ngalamin beberapa hal yg bkin ak sedih dan tertekan.
and i don't wanna lie kl ak sempet mempertanyakan cinta Tuhan sama ak, rencana Tuhan dlm hidupku..
dan pikiran2 lain yang skrg bkin ak ngerasa bersalah bgt krn pasti bkin Tuhan sedih. =( maafkan ak ya Tuhan. Aku mau belajar untuk lebih mengenalMu..=)

@K$IB said...

chk, aku jadi malu ama kamu... yang membuat aku terharu bukan waktu aku menulis bahkan membaca ulang renungan2 ini, tp waktu aku membaca komentar2mu...
keterbukaan, kejujuran dan semangatmu untuk mau belajar sangat menginsiprasi aku...

thx ya, chk ^^