"We were created to glorify God and to enjoy Him forever ..."

Thursday, May 31, 2007

Kanker Dalam Gereja

2 Timotius 2

“Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker…” (2 Tim. 2:16-17)

Salah satu masalah yang dihadapi oleh Timotius dalam pelayanannya adalah adanya pengajar-pengajar yang sesat di dalam jemaat. Ada beberapa di antara jemaat yang menyimpang dari pengajaran dan kebenaran firman Tuhan. Oleh Paulus mereka ini dideskripsikan sebagai orang yang bersilat kata sehingga mengacaukan orang yang mendengarnya (2:14), omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan (2:16). Bahkan lebih parah lagi mereka digambarkan oleh Paulus sebagai penyakit ”kanker” yang menjalar, yang mempengaruhi jemaat (2:17). Mereka ini adalah pembuat-pembuat masalah dalam pelayanan dan menjadi penyakit (bahkan penyakit ”kanker”) di dalam gereja. Paulus memberikan contoh dua orang yang menyebabkan penyakit ”kanker” di dalam jemaat, yaitu Himeneus dan Filetus, yang mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung (2:18). Penyakit semacam ini bukan hanya masalah dalam pelayanan Timotius, tetapi juga masalah pelayanan di zaman ini. Mungkin bentuknya berbeda, tetapi intinya sama, yaitu menjadi penyakit ”kanker” dalam jemaat.

Dalam menghadapi penyakit ”kanker” ini, Paulus menasehatkan beberapa hal kepada Timotius. Pertama, menegur mereka yang mejadi penyakit ”kanker”. Paulus mengatakan ingatkan dan pesankan semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah (2:14). Kedua, berpegang teguh pada kebenaran dan tidak berkompromi dengan mereka (2: 15). Ketiga, menghindari mereka (2:16). Bukan membenci mereka, tetapi menghindar dari pengaruh mereka. Keempat, dengan lemah lembut menuntun mereka (2:25). Walaupun kebenaran tetap ditegakkan tanpa kompromi, tetapi selalu ada kesempatan kedua, jika mereka sadar dan mau bertobat (2:26).

Penyakit ”kanker” di dalam gereja tidak hanya pengajar-pengajar yang sesat. Sikap dan perbuatan kita yang membuat orang lain tersandung, bisa menjadi penyakit ”kanker” dalam gereja. Tidak bertanggung jawab di dalam pelayanan sehingga membuat rekan kita tersakiti dan mempengaruhi keberlangsungan pelayanan Tuhan, juga adalah ”kanker” dalam pelayanan. Jika kita ada dalam posisi ini, kita harus sadar kembali dan kita masih ada kesempatan kedua. Tetapi bagi kita yang berhadapan dengan penyakit-penyakit ”kanker” dalam pelayanan, kita mempunyai tugas mulia, yaitu menjadi penyembuh-penyembuh penyakit yang merusak pelayanan ini.

Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan (2 Tim. 2:19).

No comments: