"We were created to glorify God and to enjoy Him forever ..."

Tuesday, December 19, 2006

Pelayanan Yang Sempurna

Wahyu 7:9-17

“Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.” (Why. 7:15)

Mendengar frase ”pelayanan yang sempurna” mungkin agak janggal dan ”aneh” buat kita yang masih menginjak bumi ini. Karena bagaimana mungkin ada pelayanan yang sempurna sementara hukum alam mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, termasuk pelayanan. Benar bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, tetapi acapkali hal ini menjadi pembenaran diri atas kekurangan kita. Tuhan tahu bahwa tidak ada pelayanan yang sempurna, tetapi orang Kristen sejati adalah orang yang mau mengejar pelayanan yang sempurna.

Orang-orang yang melayani Tuhan dalam perikop ini merupakan gambaran sempurna (ideal) dari pelayanan kita sebagai orang Kristen. Walaupun gambaran sempurna ini terjadi di sorga, namun prinsipnya harus menjadi prinsip pelayanan kita saat ini. pertama, pelayanan kita kepada Allah adalah pelayanan penuh waktu. Yang dilakukan oleh orang-orang kudus dalam perikop ini adalah melayani dan beribadah kepada Allah siang dan malam, tidak ada hentinya, tidak putus-putusnya. Artinya, aktivitas apa pun yang kita lakukan, prestasi kita, pekerjaan kita adalah bagian dari pengabdian kita kepada Allah. Kedua, pelayanan yang didasarkan atas respons syukur. Mereka yang melayani Allah bukan terpaksa, tetapi karena kerelaan mereka dan karena syukur mereka atas keselamatan yang telah mereka terima oleh darah Anak Domba (7:13, 14). Ketiga, rela berkorban untuk Allah. Mereka adalah orang-orang percaya yang mempunyai jiwa pelayanan sebagai martir, mereka yang betul-betul rela berkorban untuk Allah di dalam kesusahan apa pun (7:13, 14).

Sudahkah pelayanan Saudara sempurna di hadapan Tuhan? Ah, susah, mana mungkin, terlalu teoritis, tidak realistis. Jawaban klasik, namun fatalis. Fatalis karena jawaban ini adalah jawaban putus asa, tidak mau berjuang tetapi menyerah pada ”nasib”. Pelayanan yang sempurna memang sulit dicapai dan tidak mungkin terjadi dalam semalam. Untuk mencapai pelayanan yang sempurna butuh proses yang panjang dan yang dituntut dari kita adalah kesetiaan menjalani proses itu. Untuk itu mari kita belajar supaya pelayanan kita tidak terhenti sampai di gereja, tetapi dalam setiap aspek hidup kita. Belajar melayani tanpa sungut-sungut, tetapi dengan penuh syukur. Belajar juga memberi pengorbanan dalam melayani Tuhan. Semua ini adalah proses dan kita dipanggil untuk setia menjalani proses ini. Selamat melayani!

Tidak ada pelayanan yang sempurna kalau tidak mulai menjalaninya.

2 comments:

ChiKa ^^ said...

Hmphh...doakan ak ya spy hatiku terus dibakar oleh apiNya. supaya ak diberikan anugrah utk mengasihi Dia dengan segenap hati..
karena pelayanan tersulit menurutku adalah pelayanan in our daily life..in our real life. especially in our family and closest friends.. i wanna be a bless everytime everywhere..!!

@K$IB said...

Yupz... aku akan berdoa untukmu chk..
segala hal dalam hidup ini tidak lepas dari yang namanya proses, dan yang terpenting adalah apakah kita taat dan setia menjalani proses itu...
selamat menjadi berkat... ^-^