"We were created to glorify God and to enjoy Him forever ..."

Thursday, April 19, 2007

Siapa Takut ...!!!

Mazmur 56

“Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mzm. 56:12)

“Pakai hitam, siapa takut …?” Slogan ini mengingatkan kita pada iklan salah satu produk shampoo di televisi. Slogan ini menyampaikan satu pesan bahwa dengan memakai shampoo tersebut, rasa takut memakai baju hitam akibat ketombe akan hilang. Dengan shampoo rasa takut menjadi hilang. Sayangnya, shampoo di dalam iklan ini hanya bisa mengusir rasa takut dari memakai baju hitam. Bagaimana kalau rasa takut itu karena musuh, kesusahan dan berbagai pergumulan hidup? Shampoo merek apa pun tidak dapat mengusir rasa takut yang satu ini. Kita akan melihat bagaimana Daud mengusir rasa takutnya ketika dia mengalami kesusahan hidup, sehingga ia berani berkata “aku tidak takut”.

Di dalam perikop ini Daud menceritakan kesusahan yang dia alami yang membuat ia takut. Daud mendeskripsikan rasa takutnya menghadapi musuh yang begitu dahsyat. Dia mengatakan bahwa orang-orang menginjak-injaknya, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpitnya (ay. 2). Bahkan, Daud menggambarkan musuh-musuhnya itu seperti orang yang ingin mencabut nyawanya (ay. 7). Perikop ini merupakan nyanyian Daud ketika orang Filistin menangkap dia di Gat. Waktu itu ia melarikan diri dari ancaman Raja Saul ke Gat. Ironisnya, ketika sampai di Gat, dia bertemu dengan musuh lain, yaitu orang-orang Filistin. Keadaan yang dialami oleh Daud ini mungkin bisa digambarkan dengan peribahasa yang mengatakan, “sudah jatuh, ketimpa tangga”. Kacian deh loe ...! Mungkin begitulah komentar musuh-musuhnya seandainya itu terjadi saat ini di Indonesia. Di dalam ketakutan seperti ini tercetus uangkapan iman dari Daud, “aku tidak takut”. Kunci ketidaktakutan Daud tidak terletak pada dirinya, bukan karena kepahlawanannya, tetapi karena imannya kepada Allah. Daud percaya diri bukan karena memakai shampoo, tetapi karena percaya Tuhan.

Apakah Saudara sedang takut? Mengakui atau tidak mengakui, menerima atau tidak menerima, hidup ini penuh dengan ketakutan-ketakutan. Takut gagal, takut kebutuhan tidak tercukupi, takut usaha bangkrut, takut di tolak, takut tidak naik kelas, takut menghadapi kenyataan, takut mati, dan sejumlah ketakutan lainnya. Namun, kita jangan pasrah pada rasa takut. Mari kita belajar dari Daud, yang mengusir segala rasa takutnya dengan percaya pada Tuhan. Bersama dengan Tuhan, mari kita menjalani hidup kita dengan slogan “siapa takut …?

Orang yang mau percaya diri, harus percaya Tuhan.

No comments: