"We were created to glorify God and to enjoy Him forever ..."

Wednesday, March 28, 2007

Mungkin Tuhan Mulai Bosan ...?

Wahyu 16

“Dan aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: ’Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi.’” (Why. 16:1)

”Mungkin Tuhan mulai bosan” adalah sepenggal lirik lagu Ebit G. Ade, ”Berita Kepada Kawan” yang seringkali dilantungkan ketika terjadi bencana. Dalam lagu ini Ebit mencoba mencari jawaban mengapa terjadi bencana dan malapetaka. Dia memberitahu sekalian bertanya kepada ombak, karang dan matahari, namun sayang semuanya membisu. Karena semua membisu lalu Ebit menyimpulkan, ”mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa.” Kelihatannya dalam Why. 16 ini, Tuhan tidak hanya ”bosan” tetapi sangat murka.

Dalam perikop yang kita baca hari ini, kita melihat ketujuh cawan yang merupakan tujuh malapetaka terhadap manusia. Kalau di dalam ketujuh meterai dan ketujuh sangkakala ada bencana-bencana yang akan terjadi di bumi, tetapi dalam ketujuh cawan ini kelihatannya melapetaka yang akan terjadi akan semakin hebat. Bencana-bencana yang akan terjadi adalah seperti bisul yang jahat dan berbahaya yang akan menimpa semua orang yang memakai tanda binatang itu, air menjadi darah, penghangusan oleh panas api yang dahsyat, bahkan sampai pada puncaknya bencana itu akan semakin menghebat. Ini menunjukkan bahwa kelihatannya menjelang datangnya Yesus intensitas bencana yang pernah terjadi dalam sejarah akan lebih hebat. Akan terjadi yang lebih buruk. Itu adalah akibat manusia tetap mengeraskan hati dan tidak mau bertobat. Malapetaka yang terjadi baik dalam ketujuh meterai, ketujuh sangkakala, maupun dalam ketujuh cawan ini sebenarnya bertujuan supaya manusia bertobat, tetapi mereka tetap tidak bertobat, sehingga malapetaka yang akan mereka terima pun akan semakin dahsyat.

Bencana alam, tsunami, gempa, gunung berapi, penyesatan, bukanlah sesuatu yang jauh dari hidup kita saat ini. Dia begitu dekat bahkan seperti sudah menjadi sahabat kita. Mari kita merenungkan, mengoreksi diri dan bertanya jangan-jangan ini tanda murka Allah kepada manusia dan dunia ini yang terus menerus bersahabat dengan dosa. Jangan bertanya pada rumput yang bergoyang seperti kata Ebit, karena tidak akan menemukan jawabannya, tetapi tanya pada diri sendiri, sudahkan kita berkenanan kepada-Nya atau sebaliknya membuat Dia murka. Jikalau hidup kita masih membuat Allah murka, hanya satu nasehat buat kita, bertobatlah dan berjaga-jagalah sampai tiba waktunya!

Bertobatlah sebelum yang lebih buruk menimpa kita!

No comments: