"We were created to glorify God and to enjoy Him forever ..."

Saturday, April 14, 2007

Ketika Tidak Ada Yang Berpihak

Mazmur 54

“Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!”(Mzm. 54:6-7)

Pernahkan Saudara berada dalam situasi di mana semua orang tidak ada yang berpihak pada Saudara? Rasanya tidak ada lagi harapan, kita sendirian, dan tidak ada tempat yang bisa kita andalkan untuk berlindung. Jika kita diperhadapkan dengan situasi seperti ini, apakah yang akan kita lakukan? Masihkan kita berharap di tengah situasi tanpa harapan seperti ini? Ataukah kita menjadi putus asa dan menyalahkan Tuhan? Situasi semacam ini pernah dialami oleh Daud. Hari ini kita akan belajar dari apa yang dilakukan oleh Daud dalam menghadapi situasi ini.

Perikop yang kita baca hari ini adalah doa Daud dalam persembunyiannya di padang gurun Zif, ketika Raja Saul mengejar-ngejarnya. Pada saat itu Raja Saul membenci dan mau membunuh Daud karena iri hati (1 Sam. 18:6-30). Untuk itu Daud melarikan diri dari hadapan Raja Saul dan bersembunyi di tempat-tempat yang lebih aman. Namun, tempat-tempat Daud bersembunyi ternyata tidak ada yang aman. Bahkan ketika dia di padang gurun Zif, orang-orang Zif pun tidak bersahabat dengannya. Mereka melaporkan keberadaan Daud di sana. Rasanya tidak ada tempat untuk bersembunyi dan tidak ada orang yang berpihak pada Daud. Namun, Daud tidak putus asa, dia terus berharap di tengah situasi tanpa harapan itu. Dia tetap berdoa dan berharap pada Tuhan. Dia tidak mengeluh dengan keadaan yang sedang ia hadapi, tetapi dia percaya pada kesetiaan Allah. Di dalam situasi tanpa pertolongan, Daud tetap percaya bahwa Tuhan adalah pertolongan dan penopangnya. Bahkan di tengah kesulitan, Daud tetap bersyukur kepada Tuhan. Buah pengharapan Daud ini adalah dia terluput dari Saul dan orang-orangnya yang mau membunuhnya (1 Sam. 23:27-28).

Pergumulan yang kita hadapi berbeda-beda. Mungkin saat ini kita sedang bergumul dengan usaha atau pekerjaan. Kita merasa sendiri dalam menghadapi masalah dalam usaha atau pekerjaan. Merasa sendiri dalam menghadapi masalah keluarga. Tidak ada yang bisa kita andalkan, bahkan orang-orang yang ada di dekat kita. Rasanya tidak ada harapan lagi. Namun, ingatlah bahwa di tengah kesendirian, Tuhan memberi pertolongan dan di tengah situasi tanpa harapan, Tuhan memberi pengharapan.

Ketika tidak ada yang berpihak pada kita, Allah tetap di pihak kita.

No comments: