"We were created to glorify God and to enjoy Him forever ..."

Thursday, April 12, 2007

Manusia Bodoh

Mazmur 53

“Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah!" Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik.” (Mzm. 53:2)

Seorang atheis bernama F. Nietsche pernah membuat pamflet terkenal yang berbunyi, “Tuhan telah mati! Tertanda: Nietsche.” Kemudian, pada waktu ia mati, di sebuah tembok dekat kuburannya tertulis, “Nietsche telah mati! Tertanda: Tuhan.” Ketika kita mendengar istilah “manusia bodoh”, kemungkinan yang terlintas di dalam pikiran kita adalah orang yang tidak sekolah, tidak berpendidikan, tidak pintar berbisnis, tidak fasih berbicara, dan sejumlah konotasi negatif lainnya. Namun, menurut Alkitab orang bodoh bukan tidak sekolah atau berpendidikan. Orang bodoh menuut Alkitab adalah orang-orang seperti Nietsche yang menganggap Allah tidak ada, bahkan mati.

Dalam Mazmur 53:2, pemazmur berkata: “Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah!” Dalam ayat ini, kata bebal dalam bahasa aslinya dapat diterjemahkan bodoh. Jadi orang bebal di sini menunjuk pada orang bodoh. Menurut pemazmur, orang-orang yang berkata dalam hatinya “tidak ada Allah”, itu adalah orang-orang bodoh. Dikatakan, “dalam hatinya”. Itu berarti bukan hanya sesuatu yang tercetus di dalam ucapan, tetapi yang sungguh-sungguh terencana di dalam hati. Dengan kata lain, sengaja meniadakan Allah dalam hidupnya. Orang-orang seperti ini beranggapan bahwa mereka mampu tanpa Allah. Mereka pikir diri mereka terlalu hebat dan pintar, sehingga Allah tidak perlu dalam hidup mereka. Ironisnya, justru Alkitab menyebut mereka ini adalah orang bodoh. Orang-orang seperti ini dalam ayat 6 dikatakan, mereka akan ditimpa kekejutan oleh murka Allah dan akan dipermalukan oleh Allah.

Sadar atau tidak sadar, mengakui atau tidak mengakui, acapkali kita menjadi orang bodoh seperti kata pemazmur. Kita bodoh bukan karena kita tidak memiliki pengetahuan. Kita mungkin memiliki pengetahuan yang baik tentang Allah, kita bisa mendeskripsikan Allah dengan tepat. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita melibatkan Allah di dalam hidup kita. Adakah kita melibatkan Allah di dalam usaha kita, sekolah kita, rumah tangga kita, masa depan kita? Adakah kita memulai segala sesuatu dengan melibatkan Allah di dalamnya? Orang yang tidak melibatkan Allah di dalam hidupnya adalah orang yang menganggap di dalam hatinya tidak ada Allah, dan orang seperti ini disebut ”manusia bodoh”.

Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat daripada manusia (1 Kor. 1:25).

No comments: